Dulu Ditolak Mahfud Md, Pemerintah dan DPR Kini Setujui RUU MK

Mei 20, 2024 | 66 views

047466800_1680087621-20230329-Ra

Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi atau RUU MK telah diterima Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto. Itulah top 3 news hari ini.

Padahal, RUU MK sempat ditolak Menko Polhukam sebelumnya Mahfud Md saat mewakili Pemerintah di DPR. Penolakan tersebut juga sempat disampaikan Mahfud Md saat menghadiri halal bihalal sekaligus pembubaran resmi Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud di Menteng, Jakarta, Senin, 6 April 2024.

Namun, sikap Pemerintah saat ini berubah. Pasalnya, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mewakili Pemerintah baru saja menerima hasil pembahasan RUU MK di tingkat Panitia Kerja (Panja) saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR RI, Senin 13 Mei 2024.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan tidak ada penghapusan jenjang kelas pelayanan BPJS Kesehatan. Dia menjelaskan bahwa kelas BPJS Kesehatan disederhanakan dengan peningkatan pelayanan kesehatan di semua kelas.

Menurut dia, kebijakan baru tersebut akan menyederhanakan dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang berada di kelas 3. Menkes Budi Gunadi Sadikin menuturkan dirinya sedang menyiapkan Peraturan Menkes untuk mengatur secara teknis penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menunggu draf Permenkes dari Kementerian Kesehatan. Dia memastikan akan langsung meneken Permenkes sehingga aturan baru soal KRIS dapat segera diterapkan.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait pihak Istana menjelaskan soal seorang pria yang diamankan pasukan pengamanan presiden (Paspampres) karena nekat menghampiri Presiden Jokowi yang sedang melakukan sesi wawancara dengan wartawan di RSUD Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa, 14 Mei 2024. Pria itu mendekati Jokowi secara tiba-tiba dari belakang.

Plt Deputi Protokol dan Pers Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana Paspampres mengamankan pria tersebut agar tak mengganggu Jokowi yang sedang menyampaikan keterangan kepada awak media.

Menurut dia, tim pengamanan telah berkomunikasi dengan pria tersebut dan menanyakan masalah apa yang ingin disampaikan kepada Jokowi. Yusuf menyebut pria tersebut ingin menyampaikan masalah soal kepegawaian sebagai PNS di Kabupaten Konawe.

Posted in

SEBARKAN

REKOMENDASI BERITA LAINNYA

FY24Q1_CC_Individual_CCIAllApps

TOPIK POPULER

JOURNAL TERKINI

BERITA POPULER

EKONOMI

TEKNOLOGI

FY24Q1_CC_Individual_CCIAllApps